Individu, Keluarga dan Masyarakat
Selasa, 30 Oktober 2012
Ilmu Sosial Dasar
BAB I. INDIVIDU
A. Pengertian Individu
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.
B. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
Model pertumbuhan penduduk meliputi Model Pertumbuhan Malthusian dan model logistik.
C. Nilai Pertumbuhan Penduduk
Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecildimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada perubahan populasi pada periode waktu unit, sering diartikan sebagai persentase jumlah individu dalam populasi ketika dimulainya periode.
Cara yang paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk adalah rasio, bukannilai. Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai persentase populasi ketika dimulainya periode.
Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas muat suatu wilayah atau lingkungan hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk. Gangguan dalam populasi manusia dapat menyebabkan masalah seperti polusi dan kemacetan lalu lintas, meskipun dapat ditutupi perubahan teknologi dan ekonomi. Wilayah tersebut dapat dianggap "kurang penduduk" bila populasi tidak cukup besar untuk mengelola sebuah sistem ekonomi
D. Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan biasanya
1. Faktor genetik
· Faktor keturunan = pertumbuhan yang bagus akan menghasil kan keturunan yang bagus
juga
· Bersifat / tidak berubah sepanjang kehidupan
· Karakteristik individu
· Potensi genetik
2. Faktor eksternal / lingkungan
· Lingkungan yang kita tinggal sehari-hari sangat menentukan konsepsi sampai akhirhayatnya , dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan.
· Tercapai atau terhambatnya potensi bawaan itu tergantung oleh baik / tidaknya faktor
eksternal yang ada di sekitar.
E. Makna Individu
Makna individu , individu adalah tidak terbagi,maka makhluk individu adalah makhluk yang tidak dapat di bagi-bagi,dan tidak dapat dipisahkan jiwa,dan raganya.
BAB II. KELUARGA
A. Pengertian Keluarga
Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
B. Fungsi Keluarga
Fungsi Keluarga dapat di bagi menjadi 9 bagian, diantaranya :
1. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
C. Macam – macam Fungsi Keluarga
· Sebagai cara untuk bertahan hidup
· Memberikan rasa aman yang lebih
· Perkembangan emosi dan sosial individunya
· Penjelasan masyarakat dan dunia
· Membantu mempelajari atau Pembentukan peran dan perilaku individu
D. Makna Keluarga
Makna keluarga,keluarga merupakan kelompok primer paling penting dalam masyarakat.keluarga terbentuk karena bertemunya laki-laki dan wanita yang berhubungan untuk menciptakan anak atau keturunan.dan tergabung dalam satuan masyarakat manusia.
BAB III. Masyarakat
A. Pengertian Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
B. Golongan Masyarakat
Masyarakat terbagi 2 golongan yaitu
· Masyarakat sederhana , dan
Masyarakat sederhana pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas.
· Masyarakat maju
Kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang ingin di capai.
C. Kelompok Masyarakat
Didalam kehidupan kita yang bermasyarakat, munculah perbedaan – perbedaan seiring berjalannya waktu, berikut perbedaan yang terjadi pada masyarakat yaitu :
1. Masyarakat non industri
Keluarga non industri di golongkan menjadi 2 yaitu :
· Kelompok primer , dalam kelompok primer anggota terjalin lebih intensif,lebih erat,dan memiliki kebersamaan yang kuat.
· Kelompok sekunder, dalam kelompok sekunder anggota memiliki sifat kekeluargaan yang kurang,format dan tak langsung
2. Masyarakat industri
Masyarakat industri adalah kelompok yang memiliki keahlian khusus yang dimiliki secara mandiri oleh seseorang karena memiliki semangat untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
D. Makna masyarakat
Masyarakat adalah kelompok atau keluarga yang berkumpul dalam suatu lingkungan yang memiliki tujuan tertentu dan memiliki pola pikir hidup yang beragam.
BAB IV. Hubungan Individu, Masyarakat dan Keluarga
Hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat memiliki ketergantungan,individu membutuhkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya agar mencapai tujuan yang ingin di capai oleh individu tersebut dan sebagai proses pembuatan kualitas individu yang terjadi di dalam keluarga,sedangkan keluarga membutuhkan masyarakat untuk saling bersosialisasi dan saling membantu agar terpenuhinya kebutuhan sehari-hari si keluarga tersebut,dan masyarakat membutuhkan keluarga-keluarga yang memiliki kualitas dan kuantitas yang baik agar tercapainya keseimbangan,keamanan dan tujuan di dalam masyarakat tersebut.
Bab V. Urbanisasi
A. Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
B. Proses Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang lebih modern
2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
5. Lahan pertanian semakin sempit
6. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
7. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
8. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
9. Diusir dari desa asal
10. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama
Dika Andrian Husniadhy
12112095
J-1 (Kalimalang)
Langganan:
Postingan (Atom)
